Bungker Jepang di Desa Jembayan Siap Dikembangkan Jadi Wisata Sejarah
(Bungker Jepang di Desa Jembayan/pic:ist)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Di Desa Jembayan,
Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tersimpan jejak
sejarah yang selama ini nyaris terlupakan.
Dua buah bungker
peninggalan era penjajahan Jepang pada masa Perang Dunia II masih berdiri di
lokasi ini. Meski belum banyak dikenal publik, situs tersebut menyimpan potensi
besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah yang unik dan
edukatif.
Plt. Kepala Dinas
Pariwisata (Kadispar) Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa keberadaan bungker
tersebut merupakan aset berharga yang dapat diangkat sebagai salah satu
destinasi wisata berbasis sejarah.
Menurutnya, pengembangan
situs ini membutuhkan proses yang matang dan kerja sama lintas sektor.
“Bungker peninggalan
Jepang di Jembayan memang benar adanya. Itu adalah salah satu potensi destinasi
wisata sejarah yang bisa kita angkat. Tapi tentu tidak semudah membalik telapak
tangan, semuanya butuh proses,” ungkap Arianto saat diwawancarai Senin
(16/06/2025).
“Intinya potensi itu ada.
Sekarang tinggal bagaimana kita bersama-sama baik masyarakat maupun stakeholder
terkaitmengembangkan tempat ini menjadi destinasi yang layak dikunjungi, baik
untuk wisata maupun edukasi,” tambah Arianto.
Arianto juga mengatakan
seiring berjalannya waktu, sejumlah pihak mulai menunjukkan ketertarikan
terhadap potensi wisata yang ditawarkan oleh situs bersejarah ini.
Atas hal tersebut ia
mengatakan Dispar Kukar juga berkomitmen memberikan dukungan dan kolaborasi
dengan berbagai pihak untuk menjaga sekaligus memanfaatkan keberadaan bungker
tersebut sebagai wisata sejarah.
Plt.Kadispar Kukar
tersebut menyebutkan, dengan melihat nilai historis yang dikandung bunker
peninggalan Jepang.
Tentu hal ini
menjadikannya layak dikembangkan sebagai objek wisata edukatif. Selain
memberikan pelajaran sejarah lokal, pengembangan destinasi ini juga bisa
membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar.
“Dengan adanya perhatian
dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata, situs bungker
Jepang di Jembayan bisa menjadi ikon baru wisata sejarah di Kukar. Dan ini
sebuah langkah nyata untuk melestarikan sejarah, sambil mendukung pertumbuhan
ekonomi berbasis kearifan lokal,” terang Arianto.
Sementara itu salah satu
masyarakat di Desa Jembayan, Jamil mengungkapkan tidak semua bagian dari situs
ini masih utuh.
Salah satu dari dua
bungker yang ada telah runtuh karena posisinya berada di tepi jurang, sementara
bungker lainnya masih bertahan tetapi belum bisa diakses dengan mudah.
“Yang satu sudah runtuh
karena berada di tepi jurang, sedangkan yang satu lagi masih ada, tapi medannya
cukup rawan, jadi belum bisa diakses secara aman,” jelas Jamli.
Jamil menjelaskanetak
kedua bungker ini berada di kawasan perbukitan yang cukup terjal, dan hingga
kini belum ada infrastruktur atau akses jalan resmi menuju lokasi.
“Jadi untuk warga yang
ingin mengunjungi bunker peninggalan Jepang ini
harus menempuh jalur setapak dengan berjalan kaki, sehingga pengunjung
terbatas dan pengelolaan untuk jadi wisat belum optimal,” katanya.
Dirinya mengaku sebelumnya pernah dilakukan survei awal,
namun belum berlanjut ke tahap berikutnya. Sebagai warga setempat ia juga
berharap ada perhatian yang lebih serius dari pemerintah dan pihak terkait agar
situs ini tidak hilang ditelan waktu dan bisa mendapat perawatan. (Adv/Tan)